RPP HUKUM-HUKUM DASAR KIMIA
KIMIA PEMINATAN KELAS X MIPA
SEMESTER GENAP
KOMPETENSI DASAR
3.10 Menerapkan hukum-hukum dasar kimia, konsep massa molekul relatif, persamaan kimia, konsep mol, dan kadar zat untuk menyelesaikan perhitungan kimia
4.10 Menganalisis data hasil percobaan menggunakan hukum-hukum dasar kimia kuantitatif
Pertemuan ke - 1 : 3 x 45 menit ( 1 kali pertemuan )
Indikator Pencapaian Kompetensi:
1. Menganalisis data hasil percobaan tentang Hukum kekekalan massa ( Lavoisier), Hukum Perbandingan Tetap (Proust), Hukum Perbandingan Berganda ( Dalton), Hukum Perbandingan Volume ( Gay Lussac) dan Hukum Avogadro
2. Menerapkan Hukum kekekalan massa ( Lavoisier) dan Hukum Perbandingan Tetap (Proust) dalam perhitungan kimia
2. Menerapkan Hukum kekekalan massa ( Lavoisier) dan Hukum Perbandingan Tetap (Proust) dalam perhitungan kimia
3. Menerapkan Hukum Perbandingan Tetap ( Proust) dalam perhitungan kimia
4. Menerapkan Hukum Perbandingan Berganda ( Dalton) dalam perhitungan kimia
5. Menerapkan Hukum Perbandingan Volume ( Gay Lussac) dalam perhitungan kimia
6. Menerapkan Hukum Avogadro dalam perhitungan kimia
Tujuan Pembelajaran :
Setelah mempelajari materi pada pertemuan ini, dengan metode discovery learning dengan menggali informasi dari berbagai sumber , penyelidikan sederhana , siswa dapat :
Setelah mempelajari materi pada pertemuan ini, dengan metode discovery learning dengan menggali informasi dari berbagai sumber , penyelidikan sederhana , siswa dapat :
1. Menganalisis data hasil percobaan tentang hukum kekekalan Massa(Lavoisier),Hukum Perbandingan Tetap (Proust), Hukum perbandingan berganda (Dalton), Hukum Perbandingan Volume (Gay Lussac), dan Hukum Avogadro
2. Menerapkan Hukum kekekalan massa (Lavoisier) dan Hukum perbandingan tetap (Proust) dalam perhitungan kimia
3. Menerapkan Hukum perbandingan berganda (Dalton) dalam perhitungan kimia
4. Menerapkan Hukum perbandingan volume ( Gay Lussac) dan Hukum Avogadro dalam perhitungan kimia
2. Menerapkan Hukum kekekalan massa (Lavoisier) dan Hukum perbandingan tetap (Proust) dalam perhitungan kimia
3. Menerapkan Hukum perbandingan berganda (Dalton) dalam perhitungan kimia
4. Menerapkan Hukum perbandingan volume ( Gay Lussac) dan Hukum Avogadro dalam perhitungan kimia
A.Hukum Kekekalan Massa (Hukum Lavoisier)
Berdasarkan pengamatan kuantitatif terhadap eksperimen-eksperimen kimia yang dilakukannya, Antoine Laurent Lavoisier menemukan bahwa: “Dalam sistem tertutup, massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama”. Dengan kata lain, dalam reaksi kimia atom-atom tidak dimusnahkan, tidak diciptakan, ataupun diubah menjadi atom lain, namun hanya mengalami perubahan susunan menjadi partikel zat yang berbeda.
B.Hukum Perbandingan Tetap (Hukum Proust)
Pada tahun 1799, Joseph Louis Proust menemukan bahwa: “Perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa adalah tertentu dan tetap”. Suatu senyawa yang sama meskipun dihasilkan dari reaksi kimia yang berbeda juga akan memiliki komposisi unsur yang sama.
Perhatikan video berikut ini untuk memahami hukum perbandingan tetap:
Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=OhsFQz3t0g0&t=28s
C.Hukum Kelipatan Perbandingan (Hukum Dalton)
Senyawa merupakan zat yang terbentuk dari gabungan dua atau lebih unsur berbeda dengan komposisi tertentu dan tetap. Gabungan dari dua unsur berbeda memungkinkan dibentuknya beberapa senyawa yang berbeda komposisi masing-masing unsurnya. Pola tersebut di nyatakan sebagai hukum perbandingan berganda yang menegaskan bahwa kedua unsur yang dapat membentuk 2 senyawa atau lebih memiliki perbandingan komponen yang mudah dan sederhana.
Perhatikan video berikut ini untuk memahami hukum kelipatan berganda :
Sumber : https://youtu.be/fZrDwfMpzwM
D.Hukum Perbandingan Volum (Hukum Gay-Lussac)
Berdasarkan hasil eksperimen terhadap berbagai reaksi kimia dari gas-gas, Joseph Louis Gay-Lussac menyimpulkan bahwa: “Pada suhu dan tekanan yang sama, volum gas-gas yang bereaksi dan volum gas-gas hasil reaksi berbanding sebagai bilangan bulat dan sederhana”.
koefisien gas A / koefisien B = volume gas A / volume gas B
Perhatikan video berikut ini untuk memahami hukum perbandinga volume :
Sumber : https://youtu.be/R9MOIc12AuI
E.Hipotesis Avogadro (Hukum Avogadro)
Pada tahun 1811, Amedeo Avogadro menyatakan bahwa partikel unsur tidak harus selalu berupa atom tunggal (monoatomik), tetapi dapat berupa dua atom (diatomik) atau lebih (poliatomik). Partikel unsur yang terdiri dari dua atom atau lebih tersebut disebutnya sebagai molekul unsur. Berdasarkan hal tersebut, Avogadro mengajukan suatu hipotesis yang dikenal dengan Hipotesis Avogadro (kadang disebut juga Hukum Avogadro), yang berbunyi: “Pada suhu dan tekanan yang sama, semua gas yang volumnya sama akan mengandung jumlah molekul yang sama pula”. Jadi, perbandingan volum gas-gas akan sama dengan perbandingan jumlah molekul gas-gas tersebut. Dengan kata lain, nilai perbandingan volum gas-gas yang terlibat dalam reaksi sama dengan koefisien reaksi masing-masing gas dalam persamaan reaksi.
Perhatikan video berikut ini untuk memahami hukum Avogadro :
Sumber : https://youtu.be/b2MDpO-j5q8
Tidak ada komentar:
Posting Komentar